BUSBY SEO TEST WORD CUP 2



BUSBY is proud to invite SEO specialists, guru's, masters and hot shots to compete over a 4 month period to gain the highest position they can achieve on Google (USA Google Data Center - http://72.14.207.99)

Set up your own website and optimise it for the key phrase we announce on the start date. Prizes will be awarded to the contenstants whose site is ranked 1st, 2nd, 3rd, 4th and 5th on the finish date on Google (USA Google Data Center - http://72.14.207.99).


Prize
First Prize : $5000
Second Prize : $2000
Third Prize : $500
Fourth Prize : $250
Fifth Prize : $100

Midway prize - $1000 to the entrant who has the highest Average ranking on Google (USA Google Data Center - http://72.14.207.99) this can be measured on Monday 5th January 2009 (12:00 midday), Perth, Western Australia.

Key Dates
Start Time: 1st October 2008 (12:00 midday, Perth, WA)
Finish Time: 31st January 2009 (12:00 midday, Perth, WA)




RULES

* Start date is 1st October 2008 (12:00 midday), Perth, Western Australia at which point the phrase will be posted on the Busby website.

* End date of 31st January 2009 (12:00 midday), Perth, Western Australia.

* Only ethical SEO techniques may be engaged and the judges reserve the right to review the techniques engaged by the winner to ensure they comply.

* No pornography, no discrimination and no illegal behaviour is permitted.

* The competition is only open to domain and sub domain names that do not include the key phrase in any form.

* Only registered entrants are eligible to compete and win the prize. Busby will maintain a list of entrants which can be view on the Entrants list page.

* Registration is free, open to anyone of any age, gender, race and domicile and can only be made through Registration Process.

* All entrants pages must have a visible link back to www.busbywebsolutions.com with the following text (including the hyperlink) in black arial 10 font: Participant in the Busby Web Solutions Search Engine Optimisation Challenge

* Only one prize per person.

* Employees, franchisees and licensees of Busby (and each of their family members) are eligible to enter but are not eligible to win any prizes.

* From time to time rules are added/updated in-line with community feedback to find the most up-to-date rules please click here.





Selanjutnya...“BUSBY SEO TEST WORD CUP 2”  »»

BAGI PARA PESERTA CPNS DEPKES TAHUN 2008 YANG TELAH MENGIKUTI SELEKSI UJIAN TULIS SILAHKAN CEK KELULUSANNYA DENGAN MEMASUKKAN NO UIAN PADA KOLOM YANG TERSEDIA DISINI

SEDANGAKN UNTUK MENGETAHUI PERSYARATAN DAN DAFTAR ULANG BAGI PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS DISINI

KETENTUAN PETUNJUK PENGISIAN BAGI PESERTA YANG LULUS DISINI

KELENGKAPAN BERKAS DISNIS DISINI

DAFTAR ALAMAT UNUTK UNTUK MASING-MASING UNIT KERJA PEMINATAN SILAHKAN LIHAT DISINI
DAPAT JUGA DILIHAT DISINI
OK PENULIS MENGUCAPKAN SALMA SELAMAT BAGI YANG LULUS AND BE GOOD CIVIL CERVANT

SUMBER : BIRO KEPGAWAIAN DEPKES PUSAT


Selanjutnya...“PENGUMUMAN KELULUSAN CPNS DEPKES 2008”  »»

PROGRAM INVESTASI



Sis and bro..kalau membaca postingan ini sepertinya sudah keluar dari ciri setiap postingan di blog ini, soalnya selama ini isi blog biasanya artikel kesehatan dan keperawatan tapi yang satu ini beda...
Ok? Postingan yang ini akan membahas bisnis investasi. Coba sobat perhatikan pada bagian header blog ini ada banner seperti :



“JADIKAN UANG BEKERJA UNTUK ANDA”
Gara-gara banner ini banyak nih yang bertanya baik secara online maupun offline dari rekan-rekan dan mahasiswa, “apa benar iklan ini?” , “apa ini bukan tipuan ?” and so on.....
Jawaban saya adalah memang benar ini bukan tipuan, ini adalah program investasi yang kami ikuti. Dan selama mengikuti program ini sudah tiga periode transfer pembagian hasil dari pihak pengelola program ini masuk ke rekening saya.



Ketika kita berinvestasi pada program ini maka kita akan mendapatkan pembagian hasil(withdraw) setiap 50 hari, program ini menawarkan beberapa paket investasi dan setiap program semuannya memberikan program pension/passive income (besar passive income yang ditawarkan juga berbeda sesuai dengan masing- masing paket) sebagai contoh paket yang kami ikuti paket 2 yang nilai passive income nya Rp. 15.000.000 dengan hanya investasi Rp. 140.000. untuk lebih detailnya pelajari Disini.

Saat ini terlalu banyak bisnis di internet yang ditawarkan tapi rekan – rekan (terutama yg belum tahu masih baru)harus hati-hati dalam memilih setiap tawaran tersebut jangan sampai hanya tipuan(SCAM) (terutama buat rekan yang masih baru ), sebaiknya cari informasi dulu sebelum memutuskan untuk join dalam satu progam bisnis tersebut, pelajari secara detail marketing plannya, sistimnya,uangnya, anunya dll.
Pada awalnya kami mengikuti program ini hanya coba-coba saja, dengan mengambil paket yang ringan dengan maksud experiment,...dan Allhamdulillah ternyata program ini benar sesuai harapan.
Saya berani posting pembahasan ini selain untuk menanggapi berbagai pertanyaan yg muncul , juga dikarenakan kami sudah ada hasil yang didapatkan dari program ini (meskipun belum terlalu besar).

yang menarik dari program ini buat kami adalah:
1. Program ini bukan scam/tiupan tipuan,
2. Modal Kecil/investasi kecil hanya Rp. 75.000(bisa diansur selama 6 bulan) bisa hasilkan Rp.7.500.000 selamanya sampai anda bisa wariskan lihat tabel perhitungannya disini
2. Bukan MLM, Bukan Reseller, tidak perlu promosi(kalaupun kita promosi dan ada yang gabung lewat referal kita, maka admin akan memberikan bonus tersendiri unutk untuk usaha ini, bonus ini diluar pembagian hasil )
3. Program pensiunnya(passive income)setiap 50 hari selamanya sampai bisa diwariskan( wah menarik skali nih)

semoga penjelasan ini bermanfaat buat rekan yang sudah bertanya dan jika sudah jelas dan tertarik untuk investasi dan joyjoin boleh daftar disini

salam sukses

Selanjutnya...“PROGRAM INVESTASI”  »»

OVULASI AND CONSEPTION



ovulasi Ovulation happens about half way through the menstrual cycle. It happens when the follicle breaks and the eggs are released. At this stage the stigma is then released At this stage the stigma is then released, then once the follicle breaks the corpus luteum is created. Sounds technical and it is but it is simply a hormone that helps nuture the baby until the placenta is formed and can take over. The baby at this point is barely detected by an ultrasound because the baby is extremely small.


In order for conception has taken place the egg makes it way down the Fallopian Tube to the uterus. If the conception has taken place it usually won't happen until the egg makes it way at the end of the Fallopian Tube near the ovary. The egg has a window of about 12 hours to become fertilized or the egg will die. If the egg does become fertilized then the progesterone in the body will become elevated and the wall surrounding the uterus will become thicker.


in the first 5 days of your cycle for conception. We will start with the menstrual cycle; the window for conception begins with the very first day of any sign of discharge. It is very crucial that you pay attention to that time because you need it to figure out an estimate date of ovulation. Then in the next 5 days which is called the dry days this means that you are not having your period and you are not fertile. The body is preparing itself for the release of the egg. Then in the next 5 days after is when you will be the most fertile, the body will release the egg in this time frame of 6 days at this point in time is the best time for sex if you truly want to get pregnant. For the rest of the month after that window of 6 days it may become harder to get pregnant. Your chances are not great if you missed the 6 day window.
riiad read more detail here
Selanjutnya...“OVULASI AND CONSEPTION”  »»

PENGUMUMAN KELULUSAN SELEKSI ADMINISTRASI CPNS DEPKES 2008

SILAHKAN REKAN YANG INGIN MENGETAHUI HASIL SELEKSI BERKAS CPNS DEPKES 2008

DENGAN ENASUKKAN NOMOR REGISTRASI PADA FORM BERIKUT INI DISINI


SUMBER : BIRO KEPEGAWAIAN DEPKES

Selanjutnya...“PENGUMUMAN KELULUSAN SELEKSI ADMINISTRASI CPNS DEPKES 2008”  »»

Head injury (Trauma kepala) termasuk kejadian trauma pada kulit kepala, tengkorak atau otak.
Batasan trauma kepala digunakan terutama untuk mengetahui trauma cranicerebral, termasuk gangguan kesadaran.
Kematian akibat trauma kepala terjadi pada tiga waktu setelah injury yaitu :
1. Segera setelah injury.
2. Dalam waktu 2 jam setelah injury
3. Rata-rata 3 minggu setelah injury.
Pada umumnya kematian terjadi setelah segera setelah injury dimana terjadi trauma langsung pada kepala, atau perdarahan yang hebat dan syok. Kematian yang terjadi dalam beberapa jam setelah trauma disebabkan oleh kondisi klien yang memburuk secara progresif akibat perdarahan internal. Pencatatan segera tentang status neurologis dan intervensi surgical merupakan tindakan kritis guna pencegahan kematian pada phase ini. Kematian yang terjadi 3 minggu atau lebih setelah injury disebabkan oleh berbagai kegagalan sistem tubuh.


Faktor 2 yang diperkirakan memberikan prognosa yang jelek adalah adanya intracranial hematoma, peningkatan usia klien, abnormal respon motorik, menghilangnya gerakan bola mata dan refleks pupil terhadap cahaya, hipotensi yang terjadi secara awal, hipoksemia dan hiperkapnea, peningkatan ICP.
Diperkirakan terdapat 3 juta orang di AS mengalami trauma kepala pada setiap tahun. Angka kematian di AS akibat trauma kepala sebanyak 19.3/100.000 orang. Pada umumnya trauma kepala disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau terjatuh.

Jenis Trauma Kepala :
1. Robekan kulit kepala.
Robekan kulit kepala merupakan kondisi agak ringan dari trauma kepala. Oleh karena kulit kepala banyak mengandung pembuluh darah dengan kurang memiliki kemampuan konstriksi, sehingga banyak trauma kepala dengan perdarahan hebat. Komplikasi utama robekan kepala ini adalah infeksi.

2. Fraktur tulang tengkorak.
Fraktur tulang tengkoran sering terjadi pada trauma kepala. Beberapa cara untuk menggambarkan fraktur tulang tengkorak :
a. Garis patahan atau tekanan.
b. Sederhana, remuk atau compound.
c. Terbuka atau tertutup.
Fraktur yang terbuka atau tertutup bergantung pada keadaan robekan kulit atau sampai menembus kedalam lapisan otak. Jenis dan kehebatan fraktur tulang tengkorak bergantung pada kecepatan pukulan, moentum, trauma langsung atau tidak.
Pada fraktur linear dimana fraktur terjadi pada dasar tengkorak biasanya berhubungan dengan CSF. Rhinorrhea (keluarnya CSF dari hidung) atau otorrhea (CSF keluar dari mata).
Ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan keluarnya CSF dari mata atau hidung, yaitu melakukan test glukosa pada cairan yang keluar yang biasanya positif. Tetapi bila cairan bercampur dengan darah ada kecenderungan akan positif karena darah juga mengadung gula. Metoda kedua dilakukan yaitu cairan ditampung dan diperhatikan gumpalan yang ada. Bila ada CSF maka akan terlihat darah berada dibagian tengah dari cairan dan dibagian luarnya nampak berwarna kuning mengelilingi darah (Holo/Ring Sign).
Komplikasi yang cenderung terjadi pada fraktur tengkorak adalah infeksi intracranial dan hematoma sebagai akibat adanya kerusakan menigen dan jaringan otak. Apabila terjadi fraktur frontal atau orbital dimana cairan CSF disekitar periorbital (periorbital ecchymosis. Fraktur dasar tengkorak dapat meyebabkan ecchymosis pada tonjolan mastoid pada tulang temporal (Battle’s Sign), perdarahan konjunctiva atau edema periorbital.

PENEGAKAN DIAGNOSA KEPERAWATAN, INTERVENSI PADA TRAUMA KEPALA LEBIH LENGKAPNYA DAPAT DIDOWNLOAD DISINI (FREE)

Selanjutnya...“ASUHAN KEPERAWATAN TRAUMA KEPALA ( HEAD INJURY)”  »»

DAFTAR ON LINE DISINI
PETUNJUK PENGISIAN ON LINE

Selanjutnya...“PENDAFTARAN CPNS DEPKES ON LINE”  »»

PENERIMAAN CPNS DEPKES 2008



Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia pria dan wanita lulusan D-III/DIV/S1/S2 untuk diangkat sebagai CPNS Departemen Kesehatan yang akan ditempatkan di Kantor Pusat dan seluruh Unit Pelaksana Teknis milik Departemen Kesehatan di Daerah.


INFORMASI MENGENAI TATA CARA PENDAFTARAN DAN FORMASI DAPAT ANDA DOWNLOAD DISINI



FORMASI UNTUK TIAP PROPINSI :
1. SULAWESI SELATAN
2.NAD
3. SUMUT
4. SUMSEL
5. SUMBAR
6. BABEL
7. RIAU
8. BENGKULU
9. JAMBI
10. LAMPUNG

DAN SELENGKAPNYA DISINI
SILAHKAN REKAN REKAN MENCOBA MENDAFTARKAN DIRI DAN SEMOGA SUKSES

Selanjutnya...“PENERIMAAN CPNS DEPKES 2008”  »»

EFEK DARI MEROKOK



Rokok Bagi sebahagian orang adalah merupakan lambang kejantanan buat pria, sebagian juga menganggap rokok sebagai alat untuk mempermudah proses komunikasi dalam pergaulan, obat penghilang stress dan masalah, tapi apapun anggapan orang tentang rokok tergantung dari persepsi masing -masing individu.
yang ingin kami sharingkan disini adalah adalah sisi lain dari rokok ketika kita memandangnya dari segi kesehatan. Rokok adalah benda beracun Di balik manfaat rokok yang dirasakan, terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok,Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. berikut adalah faktanya:


THE EFFECTS OF SMOKING








RACUN PADA ROKOK
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
•Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada Paru-paru.
•Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
•Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek Racun
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.



Selanjutnya...“EFEK DARI MEROKOK”  »»

More AIDILFITRI graphics


KADANG MATA INI SALAH MELIHAT, KADANG LIDAH INI SALAH
MENGUCAP, KADANG JANJI TIDAK TERPENUHI, KADANG HATI INI SALAH BERPRASANGKA, MAKA KAMI MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN DALAM KESEMPATAN HARI YANG FITRI INI KEPADA SELURUH REKAN - REKA BLOGGER. SEMOGA KITA KEMBALI FITRAH, AMIN YA ROBBAL ALAMIN.



Selanjutnya...“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H”  »»

ASKEP HYPERTIROIDISME



PENGERTIAN :
Hipertiroidisme ( dapat juga disebut Tirotoksikosis) adalah suatu keadaan dimana terjadinya sekresi yang berlebihan dari hormon tiroid yang ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar tiroid (goiter) dan adanya exopthalmos.
Anatomi dan fisiologi kelenjar tiroid :
Kelenjat tiroid berbentuk seperti kupu-kupu, terletak di leher, disebelah depan dan samping larynx. Ia disuplai banyak darah, dan mensekresi dua hormon yang mempunyai hubungan erat, yaikni T4 (tetra iodothyronine atau tiroksin) dan T3 (triiodothyronine). Kedua hormon ini penting, yang mengandung zat yodium.

Kerja T4 dan T3 :
Kedua hormon tersebut berpengaruh pada pengaturan metabolisme basal tubuh. Hormon ini meningkat kecepatan metabolisme tubuh (konsumsi oksigen) dan memproduksi panas.
Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Dengan mendorong sintesa protein pada beberapa jaringan, termasuk jaringan keras (tulang) dan jaringan lunak (otot), kedua hormon mempengaruhi diferensiasi sel dan pertumbuhan. Hormon tiroid bekerjasama dengan growth hormone.

Hormon tiroid mempengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti meningkatkan debar jantung, kontraksi serta pengaruh katekolamin pada vasa darah. Dengan demikian tekanan darah cenderung meningkat. Hormon tiraoid juga berpengaruh terhadap fungsi otak dan perilaku, mungkin dengan cara meningkatkan katekolamin pada jaringan saraf.
SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DISINI


Selanjutnya...“ASKEP HYPERTIROIDISME”  »»

INJECTION SKILL












Selanjutnya...“INJECTION SKILL”  »»

ASUHAN KEPERAWATAN GLAUKOMA



A.DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peningkatan tekanan bola mata, penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.(Sidarta Ilyas,2000).
Galukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler.( Long Barbara, 1996)

Apa itu glaukoma?
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina retina dibelakang bola mata. Saraf optik menyambung jaringan-jaringan penerima cahaya (retina) dengan bagian dari otak yang memproses informasi pengelihatan(JEC)


B.ETIOLOGI
Penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler ini disebabkan oleh :
- Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan ciliary
- Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GLAUKOMA Selengkapnya silahkan anda membacanya disini, anda juga bisa DOWNLOAD disini free

Glaukoma adalah bagian penyakit mata yang menyebabkan proses hilangnya pengelihatan, tetapi proses ini dapat dicegah dengan obat-obatan, terapi laser dan pembedahan. Perlu dicatat bahwa setelah terjadi hilangnya pengelihatan yang disebabkan oleh glaukoma, maka hal ini tidak dapat disembuhkan kembali, maka sangat penting untuk mencegah atau menghentikan proses hilangnya penelihatan ini.

Apa saja gejala-gejala Glaukoma?
Yang mengkhawatirkan, glaukoma seringkali timbul tanpa gejala sampai pada fase terakhir, kecuali glaukoma jenis akut (tekanan bola mata tiba-tiba meninggi sehingga mata terasa sakit sekali). Karena itu deteksi dini glaukoma sangat penting, konsultasikan ke dokter spesialis mata anda mengenai glaukoma untuk pendeteksian dini.

Pada fase lanjut glaukoma, gejala-gejala berikut mungkin timbul:

* Hilangnya pengelihatan sisi samping (perifer).
* Sakit kepala
* Pengelihatan kabur
* Melihat pelangi bila melihat sumber cahaya terang (misalnya lampu)

Siapa-siapa saja yang berisiko terkena Glaukoma?
Pada prinsipnya siapa saja dapat terkena glaukoma. Mulai dari bayi baru lahir sampai pada orang tua. Tetapi penting bila kita mengetahui faktor-faktor risiko dari glaukoma.

Faktor-faktor risiko glaukoma:

* Umur
Risiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia. Terdapat 2% dari populasi usia 40 tahun yang terkena glaukoma. Angka ini akan bertambah dengan bertambahnya usia.
* Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma
Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glaukoma. Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan anak-anak.
* Tekanan bola mata
Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko tinggi terkena glaucoma. Meskipun untuk sebagian individu, tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. Untuk mengukur tekanan bola mata dapat dilakukan dirumah sakit mata dan/atau dokter spesialis mata.
* Obat-obatan
Pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh dokter, obat inhaler untuk penderita asthma, obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang memakai steroid secara rutin lainnya. Bila anda mengetahui bahwa anda pemakai obat-abatan steroid secara rutin, sangat dianjurkan memeriksakan diri anda ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian glaukoma.
* Riwayat trauma (luka kecelakaan) pada mata.
* Penyakit lain
Riwayat penyakit diabetes (kencing manis), hipertensi dan migren.
SUMBER : JAKARTA EYE CENTER

Selanjutnya...“ASUHAN KEPERAWATAN GLAUKOMA”  »»

Selanjutnya...“GYNECOLOGICAL ANATOMY AND PHYSIOLOGY”  »»

HIPERSENSITIVITAS



Imunitas spesifik merupakan mekanisme yang ampuh untuk menyingkirkan patogen dan antigen asing. Mekanisme efekytor sistem imun, sperti komplemen, fagosit, sitokin dan lain-lain tidak spesifik untuk antigen asing. Karena itu respon imun dan reaksi inflamasi yang menyertai respon imun kadang-kadang disertai kerusakan jaringan tubuh sendiri, baik lokal maupun sistemik. Pada umumnya efek samping demikian dapat dikendalikan dan membatasi diri (self-limited) dan berhenti sendiri dengan hilangnya antigen asing. Disamping itu, dalam keadaan normal ada toleransi terhadap antigen self sehingga tidak terjadi respon imun terhadap jaringan tubuh sendiri. Namun ada kalanya respon atau reaksi imun itu berlebihan atau tidak terkontrol dan reaksi demikian disebut REAKSI HIPERSENTIFITAS.


Reaksi hipersentifitas dapat terjadi bila jumlah antigen yang masuk relatif banyak atau bila status imunologik seseorang baik selular maupun humoral meningkat. Reaksi itu tidak pernah timbul pada pemaparan pertama dan merupakan ciri khas individu bersangkutan.
Reaksi hipersensitifitas menimbulkan manifestasi klinik dan patologik yang sangat heterogen, dan heterogenitas itu ditentukan oleh: untuk informasi selengkapnya disini


Selanjutnya...“HIPERSENSITIVITAS”  »»

Pelayanan kesehatan barang public (public goods) atau barang swasta(private goods)?

Ketika krisis moneter mencapai puncaknya tahun 1998, Media massa memberitakan sejumlah penderita gagal ginjal memutuskan untuk berhenti cuci darah (hemodialisa) dikarenakan biaya untuk cuci darah melonjak tinggi. Diera desentralisasi ini ada kemungkinan bukan hanya penderita gagal ginjal yang tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan tapi juga warga miskin.
Pendeligasian kewenangan dan keuagan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah berimplikasi pada anggaran sector kesehatan, juga perecanaan pemerintah untuk menswastakan rumah sakit milik pemerintah dengan mengubah menjadi perusahaan jawatan.


Cobalah kita belajar dari pengalaman pemerintah RRC sebagaimana dilaporkan di NYtimes.com. sejak diberklakukakannya desentralisasi, diberhentikan subsidi pusat untuk pelayanan social seperti kesehatan dan pendidikan serta dilepaskanya pelayanan kesehatan pada mekanisme pasar, hamper selutuh penduduk pedesaan dan daerah miskin tidak mampu lagi menjangkau pelayanan kesehatan.
Menurut dr. Hasbullah Thabrany, MPH. DrPH barang public(public goods) adalah barang atau jasa yang pengadaanya atau pendanaanya dilakukan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat, untuk kepentingan bersama dan dimiliki bersama. Sedangkan barang swasta(private goods) adalah pendanaan atau pengadaanya dilakukan oleh perorangan atau kelompok kecil masyarakat untuk kepentingan sendiri dan dimiliki perorangan.
Upaya kuratif dan preventif dan promotif umumnya diaggap barang public(public Goods) sedangkan kuratif dan rehabilitatif dimasukkan sebgai barang swasta (private goods) akan tetapi pembagian ini masih diperdebatkan.
Kemudian pemerintah memberikan bantuan alokasi dana untuk pelayanan kesehatan warga miskin, tetapi juga belum tepat sasaran mengapa? Karna pada kenyataannya banyak warga yang justru tidak tersentuh oleh program ini dan sebalik nya malah banyak warga yang mampu tapi memiliki kartu warga Miskin.
Cobalah kita sejenak mengingat kembali kisah dina yang sudah sekarat malah ditanya surat miskin(kompas,28 februari 2004) dina dirawat karena demam berdarah dengue, ia tergoles lemas, bocah kecil itu menangis, dihidungnya terpasang selang oksigen. Sang ibu sibuk menenangkan bocah itu. Bocah yang sudah sudah sekarat itu terganjal pembayaran rumah sakit. Kemudian ia dirujuk, tapi begitu tiba di rumah sakit yang dihadapinya bukan dokter atau perawat yang segera menolong, namun pihak rumah sakit malah sibuk menanyai surat miskin, pengantar dari ketua RT, ketua RW, lurah sampai camat. Beruntunglah nyawa dina tertolong karena pinjaman uang dari para tetangganya.
Kalau menurut rekan- rekan gimana? Apakah memang pelayanan kesehatan harus di swastakan?


Selanjutnya...“PELAYANAN KESEHATAN PUBLIC GOODS OR PRIVATE GOODS”  »»

Komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi sebuah institusi perawatan kesehatan karena banyaknya bagian/departemen yang terlibat dalam proses perawatan pasien. Pelayanan dan manajer keperawatan harus memasukkan banyak data/informasi mengenai pasien mulai dari saat masuk hingga pasien pulang.
Saat ini komputer secara absolut penting untuk mengatur:
1. Makin kompleksnya masalah keuangan
2. Melaporkan permintaan beberapa bagian/departemen
3. Kebutuhan komunikasi dari tim perawatan kesehatan yang berbeda
4. Pengetahuan yang relevan untuk perawatan pasien
Komputer mempengaruhi praktek, administrasi, pendidikan serta penelitian, dan dampaknya akan terus meluas. Abad informasi bagi masyarakat yang besar merupakan sejarah baru dalam perubahan teknologi, dan akan terus berkembang mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan selama beberapa dekade.


A. Perspektif Sejarah
Komputer telah dikenal sekitar lima puluh tahun yang lalu, tetapi rumah sakit lambat dalam menangkap revolusi komputer. Saat ini hampir setiap rumah sakit menggunakan jasa komputer, setidaknya untuk manajemen keuangan.
Perawat terlambat mendapatkan manfaat dari komputer, usaha pertama dalam menggunakan komputer oleh perawat pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an mencakup:
1. Automatisasi catatan perawat untuk menjelaskan status dan perawatan pasien.
2. Penyimpanan hasil sensus dan gambaran staf keperawatan untuk analisa kecenderungan masa depan staf.
Pada pertengahan tahun 1970-an, ide dari sistem informasi rumah sakit (SIR) diterapkan, dan perawat mulai merasakan manfaat dari sistem informasi manajemen. Pada akhir tahun 1980-an memunculkan mikro-komputer yang berkekuatan besar sekali dan perangkat lunak untuk pengetahuan keperawatan seperti sistem informasi manajemen keperawatan (SIMK)

B. Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR)
Sistem informasi rumah sakit (SIR) sangat luas, desain sistem komputer yang komplek untuk menolong komunikasi dan mengatur informasi yang dibutuhkan dari sebuah rumah sakit. Sebuah SIR akan diaplikasikan untuk perijinan, catatan medis, akuntansi, kantor, perawatan, laboratorium, radiologi, farmasi, pusat supali, mutrisi/pelayanan makan, personel dan gaji. Jumlah aplikasi-aplikasi lain dapat dimasukkan bagi beberapa bagian/departemen dan untuk beberapa tujuan yang praktikal.
Manajer-manajer perawat perlu mengenal komputer, yang mencakup mengenal istilah umum yang digunakan komputer. Pada masa depan dapat diharapkan bahwa semua pekerjaan perawat akan dipengaruhi oleh komputer, dan beberapa posisi baru akan dikembangkan bagi perawat-perawat di bidang komputer.



C. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan (SIMK)
Sistem informasi manajemen keperawatan (SIMK) merupakan paket perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk divisi pelayanan keperawatan. Paket perangkat lunak ini mempunyai program-program atau modul-modul yang dapat membentuk berbagai fungsi manajemen keperawatan. Kebanyakan SIMK mempunyai modul-modul untuk :
1. Mengklasifikasikan pasien
2. Pambentukan saraf
3. Penjadwalan
4. Catatan personal
5. Laporan bertahap
6. Pengembangan anggaran
7. Alokasi sumber dan pengendalian biaya
8. Analisa kelompok diagnosa yang berhubungan
9. Pengendalian mutu
10. Catatan pengembangan staf
11. Model dan simulasi untuk pengembilan keputusan
12. Rencana strategi
13. Rencana permintaan jangka pendek dan rencana kerja
14. Evolusi program
Modul SIMK untuk klasifikasi pasien, pengaturan staf, catatan personal, dan laporan bertahap sering berhubungan. Pasien diklasifikasikan menurut kriterianya. Informasi klasifikasi pasien dihitung berdasarkan formula beban kerja. Juga susunan pegawai yang dibutuhkan dan susunan pegawai yang sebenarnya dapat dibuat.
SIMK dan komputer dapat membuat perawatan pasien lebih efektif dan ekonomis. Perawat-perawat klinis menggunakannya untuk mengatur perawatan pasien, termasuk di dalamnya sejarah pasien, rencana perawatan, pemantauan psikologis dan tidak langsung, catatan kemajuan perawatan dan peta kemajuan. Hal ini dapat dilakukan di semua kantor/ruang perawat.
Perawat-perawat klinis dapat menggunakan SIMK untuk mengganti sistem manual pada pencatatan data. Hal ini dapat mengurangi biaya sekaligus memungkinkan peningkatan kualitas dari perawatan. Dengan sistem informasi usia, manajer perawat dapat merencanakan karier untuk mereka sendiri dan perawat klinis mereka. Karier baru di SIMK mungkin satu jawaban untuk perawat.

D. Manajemen Asuhan Keperawatan
1. Model dalam Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan
1) Metode Kasus
2) Metode Fungsional
3) Metode Perawatan Tim
4) Metode Perawatan Primer
5) Metode Keperawatan Modular
6) Metode Manajemen Kasus
2. Issue-issue dalam Manajemen Asuhan Keperawatan
Ada banyak issue-issue yang berkembang dalam manajemen asuhan keperawatan dimasa yang akan datang, beberapa diantaranya adalah :


1) Robotik
Robot akan membnatu perawat dalam menjelaskan beberapa tugas. Hal yang paling praktis dengan menggunakan robot yaitu penggunaan kartu elektronik, dimana digunakan untuk penyimpanan dan transpor obat-obatan, kain-kain dan persediaan-persediaan lain. Contoh lain yaitu tangan robot yang dapat digunakan untuk mengangkat yang berat. Kemungkinan aplikasi dimasa yang akan datang termasuk prosedur-prosedur yang tidak dapat untuk dibentuk seperti mata, otak, atau perbedaan tulang belakang atau prosedur dimana kontak secara langsung merupakan kontra indikasi untuk bahaya kesehatan. Seperti seorang pasien dengan tidak ada sistem kekebalan.

2) Komunikasi Suara
Komunikasi suara akan membantu perawat untuk berbicara dengan komputer mereka. Keyboard dan pembaca bar code tidak akan dibutuhkan untuk memasukkan atau mendapatkan kembali informasi komputer akan diminta untuk menampilkan informasi atau untuk mencatatnya dengan perintah suara.

3) Sistem Ahli dan Inteligensia Buatan
Kecenderungan masa depan lainnya adalah sistem ahli dan inteligensia buatan. Manajer perawat mempunyai akses ke kuantitas informasi yang besar yang memungkinkan mebantu mereka dalam membuat keputusan setiap hari. Dengan sistem ahli, manajer perawat dapat mengidentifikasi situasi manajemen, kriteria pendefinisian masalah, dan tujuan dari penanganan situasi. Manajer perawat kemudian mengevaluasi alternatif dan membuat keputusan.
Sistem ahli membuat kode pengetahuan yang relevan dan pengalaman dari ahli-ahli dan untuk memungkinkannya ada pada orang yang kurang berpengetahuan dan kurang berpengalaman. Suatu contoh dimana diperlukannya pengetahuan dan pengalaman total dari spesialis perawat klinis dibidang keperawatan ilmu neurologi, hal ini kemudian dikodekan dalam program komputer, dan dimungkinkannya ada untuk perawat melaksanakan klinis di area ilmu neurologi. Mereka akan mengkonsultasikannya untuk memecahkan masalah asuhan keperawatan.

3. Sistem Klasifikasi Pasien
Dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat, perawat perlu memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat. Pada dasarnya sistem klasifikasi pasien ini mengelompokkan pasien sesuai dengan ketergantungannya dengan perawat atau waktu dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memberi asuhan keperawatan yang dibutuhkan.
Tujuan klasifikasi pasien adalah untuk mengkaji pasien dan pemberian nilai untuk mengukur jumlah usaha yang diperlukan untuk memenuhi perawatan yang dibutuhkan pasien (Gillies, 1994). Menurut Swanburg, tujuan klasifikasi pasien adalah untuk menentukan jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan dan menentukan nilai produktivitas.
Sistem klasifikasi pasien oleh Swanburg (1999) adalah sebagai berikut :
1) Kategori I : Self care
Biasanya membutuhkan waktu : 2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1,5 jam/24 jam.
2) Kategori II : Minimal care
Biasanya membutuhkan 3 – 4 jam dengan waktu rata-rata efektif 3,5 jam/24 jam.
3) Kategori III : Moderate care atau Intermediate care
Biasanya membutuhkan 5 – 6 jam dengan waktu rata-rata efektif 5,5 jam/24 jam.
4) Kategori IV : Extensive care atau Modified Intensive care
Biasanya membutuhkan 7– 8 jam dengan waktu rata-rata efektif 7,5 jam/24 jam.
5) Kategori V : Intensive care
Biasanya membutuhkan 10 – 14 jam dengan waktu rata-rata efektif 12 jam/24 jam.

4. Jenis kegiatan dalam asuhan keperawatan
Beban kerja seorang perawat pelaksana juga ditentukan oleh jenis kegiatan yang harus dilakukannya. Dalam memberikan pelayanan keperawatan Gillies (1994) ada tiga jenis bentuk kegiatan yaitu:

1) Kegiatan perawatan langsung
Adalah aktivitas perawatan yang diberikan oleh perawat yang ada hubungan secara khusus dengan kebutuhan fisik, psikologis dan spiritual pasien. Kebutuhan ini meliputi: komunikasi, pemberian obat, pemberian makan dan minum, kebersihan diri, serah terima pasien dan prosedur tindakan, seperti: mengukur tanda vital merawat luka, persiapan operasi, melaksanakan observasi, memasang dan observasi infus, memberikan dan mengontrol pemasangan oksigen.

2) Kegiatan perawatan tidak langsung
Adalah kegiatan tidak langsung, meliputi kegiatan-kegiatan untuk menyusun rencana perawatan, menyiapkan/memasang alat, melakukan konsultasi dengan anggota tim, menulis dan membaca catatan kesehatan/perawatan, melaporkan kondisi pasien, melaksanakan tindak lanjut dan melakukan koordinasi.

3) Kegiatan pengajaran/penyuluhan
Adalah kegiatan penyuluhan kesehatan yang diberikan pada pasien dan bersifat individual. Hal ini dimaksudkan agar materi pengajaran/penyuluhan sesuai dengan diagnosa, pengobatan yang ditetapkan, dan keadaan pola hidup pasien. Umumnya pasien memerlukan arahan yang meliputi tingkat aktivitas, pengobatan serta tindak lanjut perawatan dan dukungan masyarakat/keluarga.
SLIDE BISA DILIHAT DISINI

Selanjutnya...“MANAJEMEN SISTIM INFORMASI RUMAH SAKIT”  »»

Cerebro vascular Accident ( CVA) atau Stroke adalah terjadinya infark (kematian jaringan ) pada bagian tertentu dari jaringan otak sehubungan dengan insufisiensi suplai darah.
Stroke dapat terjadi sebagai akibat oklusi (blokade) salah satu pembuluh darah yang memberikan nutrisi pada otak, obstruksi sebagai atau seluruhnya pada pembuluh darah intrakranial, atau terjadinya perdarahan didalam otak.


Insiden :
Di AS, stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Penyakit ini dapat dicegah atau diminimalkan dengan upaya : tekanan darah tetap terkonrol, tingkatkan keasadaran akan diet yang diperlukan dan hindari merokok.
Stroke lebih banyak pada pria dibanding wanita. Dan insiden stroke meningkat setelah usia 75 tahun.

Etiologi :
Terjadinya stroke disebabkan oleh adanya trombus dan emboli yang menyebabkan terjadi penyempitan atau oklusi sempurna salah satu pembuluh darah yang mensuplai darah keotak, juga bila terjadi perdarahan(hemorrhagic). Stroke akibat tekanan pada dinding pembuluh darah dan spasme arteri, jarang dijumpai.

Faktor Risiko :
1. Diabetes mellitus.
2. Penyakit Jantung : Infark jantung, CHF.
3. Atherosclerosis pada pembuluh darah intrakranial dan pembuluh darah ekstrakranial.
4. Hipertensi.
5. Polycithemia.
6. Merokok.
7. Kontrasepsi oral

DAN SELENGAKPNYA DAPAT ANDA DOWMLOAD DISINI


Selanjutnya...“CEREBRO VASCULAR ACCIDENT(STROKE)”  »»

ASKEP KLIEN ARTRITIS



OSTEOARTHRITIS (OA) :
OA = Degenerative joint disease (DJD), gangguan yang bersifat perlahan-lahan pada sendi yang padaumumnya pembebanan pada sendi yang ditandai adanya degenerasi rawan sendi.
Kerusakan terbatas pada sekitar sendi dan jaringan disekitarnya.
Manifestasi klinik : nyeri sendi, kaku, gerakan ROM terbatas.
Pada pemeriksaan rontgen nampak adanya penyempitan ruang sendi, slerosis tulang dan terbentuknya osteophyte (tulang bertumbuh berlebihan).


Faktor risiko yang terbanyak diperkirakan 1/3 semua orang dewasa, insiden meningkat 60% - 80% usia 60 tahun. Sebab hanya ½ dari orang dewasa mengalami gejala nyeri sendi, dan keterbatasan fungsional
OA sering pada pria dewasa dari pada wanita.
untuk informasi selengakapnya bisa DOWNLOAD DISINI

Selanjutnya...“ASKEP KLIEN ARTRITIS”  »»

LASKAR PELANGI



sebelumnya saya memohon izin kepada Mas ANDREA HIRATA selaku penulis Novel "LASKAR PELANGI", Atas termuatnya ebook laskar pelangi pada blog ini, tanpa tujuan komersial dan tanpa ada maksud untuk merugikan penulis. ini hanyalah semata wujud kekaguman kami atas karya Mas andre yang luar biasa ini. karya besar ini lahir ditengah keterpurukan dunia pendidikan bangsa ini, kami posting novel ini dengan maksud agar semangat imajinatif dan spirit sebagai "ROH" dari novel ini juga merasuk kedalam dunia pendidikan keperawatan, semoga dengan semangat tersebut mampu mengangkat profesi ini juga dari keterpurukan.

Kami posting Novel ini dan ebooknya bisa didowload, semoga rekan-rekan sejawat juga tertarik untuk membacanya, novel ini sangat sarat dengan pesan-pesan moral,novel ini bercerita tentang dunia pendidikan dengan tokoh-tokoh, manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa. novel ini akan membangkitkan semangat bagi mereka yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan.
Novel ini mampu memotret tentang fakta pendidikan dinegara kita yang memprihatinkan dan ironi dunia korporasi ditengah komunitas kaum terpinggirkan di negri ini(INDONESIAKU TERCINTAAA.......)
NOVEL INI TIDAK MENGAJAK KITA UNTUK MENANGISI KEMISKINAN....,SEBALIKNYA MENGAJAK KITA UNTUK MEMANDANG KEMISKINAN DENGAN CARA LAIN.


BERIKUT PERNYATAAN BEBERAPA TOKOH TENTANG NOVEL INI

“Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Sekiranya novel ini difilmkan, akan dapat
membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.”
--Ahmad Syafi’I Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah

“Andrea Hirata memberi kita syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah air,
sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, ekonomi, dan situasi
pendidikan kita. Tokoh-tokoh dalam novel ini membawa saya pada kerinduan menjadi
orang Indonesia…. A must read!!!”
--Riri Riza, sutradara

“Ketika membaca Laskar Pelangi, kita seolah menemukan Gabriel Garcia Marquez,
Nicolai Gogol, atau Alan Lightman…sebuah bacaan yang sangat inspiratif dan mampu
memberi kekuatan.”
--www.indosiar.com

PENASARAN?? MAU NOVELNYA ? TAPI JANJI LOH DIBACA OK SILAHKAN DOWNLOAD DISINI FREE

EBOOK INI KAMI DOWLOAD DARI BLOGNYA MAS CIPTO ADI SETIAWAN, THANKS BANGEET MAS
Selanjutnya...“LASKAR PELANGI”  »»

SELAMAT DAN SUKSES



SELAMAT DAN SUKSES MILAD AKPER MUHAMMADIYAH XVI
SELURUH REKAN ALUMNI MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES MILAD AKPER MUHAMMADIYAH MAKASSAR YANG MERUPAKAN AKADEMI KEPERAWATAN SWASTA YANG TERTUA DI KAWASAN INDONESIA TIMUR.


Milad akper muhammadiyah makassar yang berlangsung pada hari sabtu 28 juni 2008 cukup sukses yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa, alumni, dan civitas akademika akper muhammadiyah makassar, pada pelaksanaan milad ini mengahdirkan nuangsa kebersamaan dan persaudaraan antar alumni dan mahasiswa, serangakain acara yang dilaksanakan pada milad ini yang diorganisir dengan baik oleh panitia pelaksana diantarannya:
1. Bakti sosial berupa donor Darah
2. Pentas Musik dan kreasi oleh SEMA/IMM
3. Bazar
4. Dialog antar alumin, mahasiswa, civitas Akademika dan stakeholder dengan tema" eksistensi Akper Muhammadiyah Makassar melahirkan kepedulian di era globalisasi"
5. Pemutaran Film hasil Karya UKM SENI SEMA/IMM dengan judul"Memupus Kebimbangan di jalan Beraral" yang disutradarai oleh Rekan sejawat Abd. Haris, S.Kep. NS
6. Renungan Kealmamateran
pada milad kali ini juga tidak hanya dihadiri oleh alumini dari dalam negri tapi juga alumini dari luar negri seperti dari Kwait, karna memang alumni akper muhammadiyah makassar 20-25 % terserap diluar negri seperti Kwait, Saudi Arabia, Malaysia, dan Australia.

Acara Milad ini terselenggara juga atas dukungan dari sponsorship : Bank Muamalat, PT. Citra Persada, Lembaga kursus Bahasa inggris ELC, Percetakan parahyangan, PT. Telkom dan Rumah Sakit Bersalin Khadijah III.

Selanjutnya...“SELAMAT DAN SUKSES”  »»

SEXY NURSE IN RED-LIQ



Satu lagi sajian seru yang disuguhkan manajemen redtro D' Liquid(RED-Liq) mengisi rabu malam. tema"sexy Nurse Party", dipastikan bakal memanjakan Clubber makassar dalam ladies nite party, kali ini suasana paramedik dan atmosfir hospital akan dihadirkan di dancer floor.
memperkuat tema event, seluruh crew juga mengenakan kostum perawat nan seksi, dokter serta suster yang lengkap dengan peralatanya.


(harian pagi fajar,edisi rabu 18 Juni 2008, hal 36)

Entah apa yang ada dibenak rekan rekan perawat, dokter dan paramedik ketika membaca kutipan ini, ada perasaan gembira, senang, ataukah bangga dengan disajikannya nuansa paramedik pada ladies nite party di redtros (Clarion Hotel Makassar)....

ataukah bagi rekan yang hadir pada party ini terhiburka dengan nuansa atomsfir hospitalnya? yang menggambarkan suasana hospital dengan suster dan dokter yang seksi dibawah kedap-kedipnya lampu disko pada dancer floor dengan iringan musik yang ampu membagkitkan adrenalin saudara untuk semakain terlarut dalam suasana pesta.

Apakah ini sebuah wujud penghormatan dan penghargaan terhadap profesi paramedik (perawat)?? yang terungkapkan pada ladies nite party ini? ataukah pihak manajemen entertainment clarion hotel ingin mengunkapkan kepada kita bahwa beginilah sebenarnya profesi ini....hanya pantas untuk dijadikan ajang hiburan untuk melepaskan kepengatan dan kelelahan dari pada clubbers dan para eksekutif muda ......

Entah bagaimana sikap petinggi - petinggi dalam organisasi profesi(PPNI) dikota ini khususnya, maupun ( PPNI PUSAT ) menanggapi hal ini, apakah mereka terlelap dalam tidurnya dan bahkan tidak pernah tahu , dan bagaimana pula sikap dari seluruh perawat yang ada dikota ini?? ataukah mereka juga ikut berpesta pada party ini? merakayakan dan ikut dance....


Selanjutnya...“SEXY NURSE IN RED-LIQ”  »»

BRONCHIOLITIS



PENDAHULUAN
Bronchiolitis adalah suatu inflamasi infeksi virus pada bronkiolus, yang menyebabkan obstruksi akut jalan nafas dan penurunan pertukaran gas dalam alveoli. Lebih sering disebabkan oleh respiratory syncytial virus (RSV), gangguan ini biasanya terjadi pada anak usia 2 sampai 12 bulan, terutama selama musim dingin dan awal musim semi.


Infeksi ditandai adanya edema mukosa, peningkatan sekresi mukus, obstruksi bronkiolus, dan peregangan yang berlebihan dari alveoli. Kemungkinan komplikasi dari gangguan ini mencakup penyakt paru kronik dan bahkan menyebabkan kematian.


PENGKAJIAN
Pernafasan
• Takipnea
• Retraksi
• Nasal flaring
• Dispea
• Pernafasan dangkal
• Penurunan bunyi nafas
• Crakel
• Wheezing
• Ekspirasi yang memanjang
• Batuk

Kardiovaskuler
•Takipnea
Neurologis
•Iritabilitas
•Kesulitan tidur
Gastrointestinal
.Kesulitan makan
Integumen
•Peningkatan temperatur
•Sianosis
Psikososial
•Cemas

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan edema bronkial dan peningkatan produksi mukus

Hasil yang diharapkan
Anak akan meningkat petukaran gas yang ditandai bernafas secara mudah dan warna kulit merak muda.

Intervensi
1.Ciptakan lingkungan dengan tinggi kelembabannya dengan cara menempatkan k dalam tenda lembab atau alat dengan humidifikasi yang dingin.
2.Berikan oksigen melalui sungkup muka, kanule hidung, atau oksigen tenda, sesuai petunjuk.
3.Posisikan anak dengan kepala dan dada lebih tinggi dan leher agak enstensi.
4.Lakukan fisioterapi dada setiap 4 jam, atau sesuai petunjuk.
5.Berikan bronkodilator sesuai petunjuk
6.Lakukan pengisapan lendir sesuai kebutuhan untun mengeluarkan sekret
7.berikan obat antivirus sesuai petunjuk.
8.Berikan istirahat yang adekuat dengan mengurangi kegaduhan dan pencahayaan dan berikan kehangatan dan kenyamanan
9.Kaji frekuensi pernafasan anak dan iramanya setiap jam. Jika anak mengalami gangguan pernafasan, auskultasi bunyi nafas, lakukan fisioterapi dada, dan informasikan pengobatan pernafasan
10. monitor denyut apikal pada anak; jika mendeteksi adanya takikardia (dasarkan pada usia anak), laporkan pada dokter kejadian tersebut

Rasional
1. Kelembaban yang dingin dari tenda atau Croupette akan membantu mengencerkan lendir dan mengurangi edema bronkiolus
2. Oksigen akan membantu mengurangi kegelisahan berhubungan dengan kesukaran pernafasan dan hipoksia
3. Posisi ini mempertahankan terbukanya jalan nafas dan memudahkan respirasi oleh karena menurnnya tekanan diaphragma
4. Fisoterapi dada membantu menghilangkan dan mengeluarkan mukus yang dapat menghambat jalan nafas yang lebih kecil
5. Walaupun sering digunakan untuk menangani spasme otot, bronkodilator juga secara efektif mengobatan edema bronkiolus
6. Mengeluarkan lendir akan membantu membersihkan bronkiolus, akan meningkat pertukaran gas.
7. Obat anti virus, seperti respiratory syncytial virus immune globulin (RespiGam), digunakan untuk pengobati RSV, ribavirin (Virasole) juga digunakan, walaupun kemanjuran dapat dipertanyakan.
8. Meningkatkan istirahat akan mengurangi kesukaran pernafasan yang berhubungan dengan bronkiolitis.
9. Pengkajian yang sering akan menjamin fungsi pernafasan yang adekuat.
10. Takikardia dapat disebabkan adanya hipoksia atau pengaruh penggunaan bronkodilator.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Risiko penurunan volume cairan berhubunga dengan kehilangan cairan melalui ekshalasi dan penurunan asupan cairan.

Hasil yang diharapkan
1.Berikan cairan melalui infus sesuai petunjuk
2.Yakinkan bahwa anak istirahat adekuat
3.monitor asupan cairan pada anak dan luaran cairan secara hati-hati
4.Kaji tanda-tanda dehidrasi, termasuk kehilangan berat badan, pucat, turgor kulit jelek, membran mukosa kering, oliguria, dan peningkatan frekuensi nadi.
5.Tingkatkan asupan cairan melalui mulut saat serangan akut terjadi.

Rasional
1.Cairan via I.V. digunakan untuk hidrasi hingga anak melewati saat kritis.
2.Istirahat memungkinkan frekuensi pernafasan anak kembali pada batas normal, akan mengurangi jumlah kehilangan cairan melalui ekshalasi
3.Hati-hati melakukan monitoring yang menjamin hidrasi adekuat. Jika haluaran urine berkurang, anak dapat dipertimbangkan untuk penambahan cairan
4.Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa anak tidak menerima cairan yang cukup.
5.Cairan membantu mengencerkan lendir.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Hipertermi berhubungan dengan infeksi

Hasil yang diharapkan
Anak akan mempertahankan temperatur tubuhnya kurang dari 100º F (37,8ºC). (Temperatur secara khusus bergantung pada metoda yang digunakan dalam pengambilan temperatur).

Intervensi
1.Pertahankan lingkungan yang sejuk melalui penggunaan piyama sinar kuat dan selimut dan pertahankan temperatur ruangan antara 72º dan 75ºF (22º dan 24º C).
2.Berikan antipiretik sesuai petunjuk.
3.monitor temperatur anak setiap 1 sampai 2 jam bila terjadi peningkatan secara tiba-tiba
4.Berikan antimikroba, jika disarankan
5.Berikan kompres pada anak (98,6º F [37ºC]) guna menurunkan demam
Rasional
1.Lingkungan yang sejuk akan membantu menurunkan temperatur tubuh melalui kehilangan panas melalui radiasi.
2.Antipiretika seperti acetaminophen (Tyleno), efektif menurunkan demam
3.Peningkatan temperatur secara tiba-tiba akan mengakibatkan kejang-kejang
4.Antimikroba sesuai dengan petunjuk guna mengobati organisma penyebab. Antibiotik biasanya tidak disarnkan untuk mengobati RSV.
5.Kompres air efektif menyebabkan tubuh menjadi dingin melalui peristiwa konduksi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Isolasi sosial berhubungan dengan pencegahan isolasi

Hasil yang diharapkan
Anak akan mempertahankan kontak sosial walaupun ia diisolasi akibat kondisi pernafasan

Intervensi
1.Jelaskan pada anak (jika perlu) dan orang tua tujuan dan sifat isolasi, termasuk detail tentang hal disekitar yang kurang familiar dan gunakan masker dan celemek.
2.Perkenalkan diri anda saat masuk kedalam ruang anak.
3.Ajarkan orang tua dan anak (jika perlu) bagaimana menggunakan call system.
4.Kaji anak setiap jam untuk mengetahui perobahan yang terkadi pada kondisi anak
5.Jika perlu, berikan aktifitas yang bervariasi, seperti permainan, baca buku, televisi, dan musik. Jika anak menerima oksigen, hindari permainan yang dapat menimbulkan cetusan listrik (contoh berbagai permainan yang menggunakan elektronik)
6.Anjurkan orang tua untuk ikut serta mengambil bagian dalam perawatan anak.

Rasional
1.Penjelasan diperlukan guna menghindari ketakutan pada anak
2.Anak dan orang tua sering kesulitan membedakan petugas karena penggunaan pakaian isolasi.
3.Call system memungkinkan keluarga berkomunikasi untuk meminta bantuan
4.Kebutuhan anak untuk monitoring secara ketat guna mendeteksi perubahan perlu difikirkan dalam ruang isolasi
5.Aktifitas yang bervariasi memungkinkan anak terstimulasi dan tertarik selama diisolasi. Permainan dengan alat-alat elektronik dan mengakibatkan bahaya kebakaran
6.Orang tua merupakan sumber-sumber utama sosialisasi pada anak yang diisolasi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Kelelahan berhubungan dengan gangguan pernafasan

Hasil yang diharapkan
Anak akan isitirahat paling sedikit 1 jam pada pagi dan siang hari

Intervensi
1.Membantu menurunkan kelelahan pada anak, berikan istirahat secara teratur setiap 2 jam. Juga mengganti seprei saat anak mandi, dan lakukan pengkajian neurologis selama kunjungan guna mencegah istirahat yang terganggu.
2.Ciptakan lngkungan yang tenang.

Rasional
1.Kebutuhan istirahat anak yang adekuat mencegah kelelahan akibat peningkatan gangguan pernafasan
2.Kegaduhan yang tidak dikehendaki dan aktifitas yang menyebabkan kelelahan pada anak akan meningkatkan terjadinya gangguan pernafasan

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik.

Hasil yang diharapkan
Anak akan meningkat asupan nutrisi ditandai dengan anak mengkonsumsi paling sedikit 80 % pada setiap kali makan

Intervensi
1.Berikan makan sedikit, tapi sering pada makanan yang dapat diterima anak.
2.Berikan diet tinggi kalori dan protein.

Rasional
1.Makan yang sedikit tapi sering memerlukan sedikit pengeluaran energi dan penggunaan pernafasan. Anak makan banyak pada setiap kali makan termasuk makanan kesukaannya.
2.Diet tinggi protein,tinggi kalori diperlukan anak untuk meningkatkan kebutuhan metabolik.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Kecemasan (anak dan orang tua) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kondisi anak.

Hasil yang diharapkan
Anak dan orang tua akan berkurang kecemasannya yang ditandai mengekspresikan pemahamannnya tentang kondisi anak.

Intervensi
1.Kaji pengetahuan orang tua dan (jika perlu) anak tentang kondisi anak dan program pengobatan yang diberikan.
2.Dorong orang tua tinggal bersama anak
3.Jelaskan semua prosedur sesuai dengan perkembangan anak
4.Berikan dukungan emosional pada orang tua selama tinggal dirumah sakit.

Rasional
1.Pengkajian sebagai dasar memulai pengajaran.
2.Tinggal bersama dengan anak memungkinkan orang tua memberikan dukungan dan membantu mengurangi kecemasan pada keduanya yaitu anak dan orang tua.
3.Memberikan penjelasan sebelum prosedur dan selama tinggal di rumah sakit akan menurunkan kecemasan akibat kesalahan pemahaman dan kuirangnya pengetahuan.
4.Hospitalisasi menimbulkan krisis situasi. Mendengarkan perhatian orang tua serta perasannnya akan membantu dia untuk menangani krisis yang dialami

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan perawatan dirumah.
Hasil yang diharapkan
Orang tua akan mengekspresikan pemahamannya tentang pentunjuk perawatan dirumah.

Intervensi
1.Ajarkan orang tua dan anak (jika perlu) bagaimana dan kapan pemberian pengobatan, termasuk uraian tentang dosis dan reaksi nya.
2.Jelaskan tanda tanda dan gejala-gejala kesukaran pernafasan dan infeksi, termasuk demam, dispnea, takipnea, perubahan warna sputum, dan adanya wheezing.
3.Jelaskan pentingnya istirahat yang adekuat pada anak.
4.Ajarkan perlunya nutrisi yang adekuat dan hidrasi, tekankan pada kebutuhan cairan yang cukup dan diet tinggi kalori.
5.Ajarkan perlunya menciptakan lingkungan yang lembab dan sejuk.

Rasional
1.Pemahaman diperlukan untuk mempertahankan program pengobatan yang teraur yang dapat membantu orang tua berada dengan anak selama pengobatan. Mengetahui akibat lanjut pengobatan diharapkan orang tua segera meminta bantua seuai kebutuhan.
2.Pengetahuan yang tepat pada orang tua akan memberikan perhatian pada saran dokter saat diperlukan
3.Setelah infeksi,anak akan isitirahat secara teratur merupakan alat untuk kembali pulih dan mencegah kambuhnya infeksi.
4.Pemberian cairan akan mengencerkan lendir. Diet tinggi kalori akan membantu mengembalikan kalori yang diperlukan dalam melawan penyakit.
5.Udara yang lembab membantu mengencerkan lendir. Uidara yang lembab dan sejuk yang berasal dari tenda yang terpasang pada anak akan menjamin penguapan dan udara yang hangat, yang dapat menyebabkan kebakaran.

Dokumentasi daftar cek
Selama tinggal di rumah sakit, catatan :

ٱ Status anak dan pengkajian saat masuk rumah sakit
ٱ Perubahan status anak
ٱ Berhubungan dengan pemeriksaan laboratorium dan test diagnostik
ٱ Asupan dan haluaran cairan
ٱ Asupan nutrisi
ٱ Respon anak terhadap pengobatan
ٱ Reaksi anak dan orang tua terhadap sakit dan tinggal rawat
ٱ Pedoman pengajaran pasien dan keluarga
ٱ Pedoman rencana tindak lanjut.


Selanjutnya...“BRONCHIOLITIS”  »»

PELUANG KERJA KELUAR NEGRI



salam buat rekan sejawat
Bagi teman yang ingin berkarir keluar negri alias ingin bekerja ke luar negri ada sebuah informasi yang menarik untuk anda simak...bahwa pemerintah indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah jepang (G to G ) goverment to goverment dalam penyaluran tenaga perawat siap pakai unutk bekerja di jepang


Sebagai realisasi dari kesepakatan G to G antara Pemerintah Indonesia dan Jepang dalam kerangka IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2008, maka Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi perawat Indonesia untuk bekerja sebagai Perawat (Kangoshi) di Jepang. Bagi perawat yang lulus seleksi (diharapkan 240 orang perawat) akan diberangkatkan ke Jepang pada bulan Agustus 2008 dengan masa kontrak kerja selama 3 tahun dengan starting salary sekitar 200.000-250.000 yen atau Rp 17,9 juta.
bagi rekan yang berminat bisa melihat persyaratan dan prosedur pendaftaran berikut, atau bisa juga klik disini

Persyaratan dan prosedur pendaftaran :

1. Perawat Indonesia, laki-laki dan wanita, usia 21 – 35 tahun, lulusan D-3 /S-1 Keperawatan tahun 2005 atau sebelumnya dengan pengalaman kerja di klinik/RS sebagai perawat min 2 tahun.

2. Berkas yang diperlukan (masukkan dalam 1 map berwarna merah) :

a. Fotocopy Ijazah dan transkrip nilai akademik yang sudah dilegalisir (bahasa Indonesia) dan yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris (dari institusi pendidikannya atau penterjemah resmi)

b. Fotocopy surat keterangan pengalaman kerja minimal 2 tahun dalam bahasa Indonesia dan terjemahan dalam bahasa Inggris.

c. Fotocopy KTP, Surat Keterangan Catatan Kepolisian/SKCK (asli), Kartu tanda pencari kerja/Kartu kuning (asli dan fotocopy yang dilegalisir oleh Disnakertrans).

d. Surat Ijin dari suami/istri/orangtua/wali yang diketahui oleh Ketua RW/Lurah/Kepala Desa.

e. Pasfoto terbaru latar belakang biru ukuran 3x4 cm = 4 lembar.

f. Good performance (bagi wanita tidak dalam keadaan hamil, bagi pria tidak bertindik, dan baik pria maupun wanita tidak boleh bertato).

g. Mengisi formulir 5 di tempat pendaftaran.

3. Waktu dan tempat pendaftaran : 27 Mei s/d 3 Juni 2008 di Puspronakes LN Depkes RI, Jln.Wijaya Kusuma Raya 48,Cilandak Jakarta Selatan,tlp 021 75914747 pswt 115 dan 021 7691531

4. Uji kompetensi tanggal : 5 Juni 2008 di Puspronakes LN Depkes RI Jakarta, (bebas biaya/Gratis).

5. Pengumuman kelulusan uji kompetensi : 6 Juni 2008 dan akan diterbitkan Surat Tanda Registrasi (STR) Keperawatan dalam bahasa Indonesia dan Inggris oleh Depkes RI.

6. Bagi yang lulus akan mengikuti test kesehatan / Medical Check Up tanggal 6-7 Juni 2008

7. Finalisasi nama peserta yang lulus seleksi Depkes RI : 8 Juni 2008, penyerahan berkas ke BNP2TKI tanggal 9 Juni 2008.

8. Prosedur seleksi selanjutnya akan dilaksanakan oleh BNP2TKI dan JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Services) meliputi :

a. Tanggal 9-11 Juni 2008 :kelengkapan berkas administrasi meliputi persyaratan, keaslian dokumen, dan pemberitahuan jadual psiko test dan wawancara.

b. Tanggal 16-20 Juni 2008 : psikotest dan wawancara

c. Dilanjutkan dengan penyelesaian proses administrasi selanjutnya dan direncanakan dapat berangkat ke Jepang antara tanggal 3-9 Agustus 2008.



Sosialisasi program ini akan dilaksanakan oleh Depkes pada :

Tanggal 2 Juni 2008 jam 10.00 WIB di Puspronakes LN Depkes RI Jakarta, tlp 021-75914747 pswt 115.

Sumber :http://www.inna-ppni.or.id


Selanjutnya...“PELUANG KERJA KELUAR NEGRI”  »»

TIFOID



PENDAHULUAN

Demam tifoid atau typhus abdominalis adalah suatu infeksi akut yang terjadi pada usus kecil yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Typhi dengan masa tunas 6-14 hari.
Demam tifoid yang tersebar di seluruh dunia tidak tergantung pada iklim. Kebersihan perorangan yang buruk merupakan sumber dari penyakit ini meskipun lingkungan hidup umumnya adalah baik
Di Indonesia penderita demam


tifoid cukup banyak diperkirakan 800 /100.000 penduduk per tahun dan tersebar di mana-mana. Ditemukan hampir sepanjang tahun, tetapi terutama pada musim panas. Demam tifoid dapat ditemukan pada semua umur, tetapi yang paling sering pada anak besar,umur 5- 9 tahun dan laki-laki lebih banyak dari perempuan dengan perbandingan 2-3 : 1.

Penularan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, sejak usia seseorang mulai dapat mengkonsumsi makanan dari luar, apabila makanan atau minuman yang dikonsumsi kurang bersih. Biasanya baru dipikirkan suatu demam tifoid bila terdapat demam terus menerus lebih dari 1 minggu yang tidak dapat turun dengan obat demam dan diperkuat dengan kesan anak baring pasif, nampak pucat, sakit perut, tidak buang air besar atau diare beberapa hari.

Makin cepat demam tifoid dapat didiagnosis makin baik. Pengobatan dalam taraf dini akan sangat menguntungkan mengingat mekanisme kerja daya tahan tubuh masih cukup baik dan kuman masih terlokalisasi hanya di beberapa tempat saja.

GAMBARAN KLINIK

Masa inkubasi rata-rata 6 – 14 hari. Manifestasi klinik pada anak umumnya bersifat lebih ringan dan lebih bervariasi. Demam adalah gejala yang paling konstan di antara semua penampakan klinis.

Dalam minggu pertama, keluhan dan gejala menyerupai penyakit infeksi akut pada umumnya seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare atau sulit buang air beberapa hari, sedangkan pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu tubuh meningkat dan menetap. Suhu meningkat terutama sore dan malam hari.

Setelah minggu ke dua maka gejala menjadi lebih jelas demam yang tinggi terus menerus, nafas berbau tak sedap, kulit kering, rambut kering, bibir kering pecah-pecah /terkupas, lidah ditutupi selaput putih kotor, ujung dan tepinya kemerahan dan tremor, pembesaran hati dan limpa dan timbul rasa nyeri bila diraba, perut kembung. Anak nampak sakit berat, disertai gangguan kesadaran diri yang ringan letak tidur pasif, acuh tak acuh (apati) sampai berat (delier, koma).
Demam tifoid yang berat memberikan komplikasi perdarahan, kebocoran usus (perforasi), infeksi selaput usus (peritonitis) , renjatan, bronkopnemoni dan kelainan di otak (ensefalopati, meningitis).

Gejala dan Tanda:
• Demam > 7 hari, terutama pada malam hari, dan tidak spesifik
• Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut, sembelit/diare, muntah
• Dapat ditemukan: lidah kotor, splenomegali, hepatomegali
• Gangguan kesadaran : iritabel-delirium, apati sampai semi-koma
• Bradikardi relatif, Rose-spots, epistaksis (jarang ditemukan)
• Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis. Diagnosa pasti dengan kultur. Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu, bulan bahkan tahun, walau penderita sudah sehat. Kadang leukositosis, kadang leukopeni


Gambaran klasik demam tifoid (Gejala Khas)


Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut.

1. Minggu Pertama


Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti. Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga. Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.

2. Minggu Kedua


Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh. Gejala toksemia semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.


3. Minggu Ketiga

Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin. Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.


4. Minggu keempat

Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.

Penatalaksanaan :


• Bed rest total (tirah baring) sampai minimal 7 hari bebas panas atau selama 14 hari, lalu mobilisasi secara bertahap -> duduk -> berdiri -> jalan pada 7 hari bebas panas
• Diet tetap makan nasi, tinggi kalori dan protein (rendah serat) -> lihat Buku Ajar Penyakit Dalam jilid 1, edisi 3 cetakan ke 7, halaman 439, PAPDI, tahun 2004
• Medikamentosa:
1. Antipiretik (Parasetamol setiap 4-6 jam)
2. Roborantia (Becom-C, dll)
3. Antibiotika:
o Kloramfenikol, Thiamfenikol : 4×500 mg, jika sampai 7 hari panas tidak turun (obat diganti)
o Amoksilin/ampisilin : 1 gr/6 jam selama fase demam. Bila demam turun -> 750 mg/6 jam sampai 7 hari bebas panas
o Kotrimoksasol : 2 X 960 mg Selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas panas. Jika terjadi leukopeni (obat diganti)
o Golongan sefalospurin generasi III (mahal)
o Golongan quinolon (bila ada MDR)
Referensi:
  1. Ranjan L.Fernando et al. Tropical Infectious Diseases Epidemiology, Investigation, Diagnosis and Management, London, 2001
Selanjutnya...“TIFOID”  »»

RETARDASI MENTAL



Pengertian :
Retardasi mental adalah suatu keadaan dimana taraf perkembangan kecerdasan di bawah normal, Seorang anak dikatakan mengalami kondisi mental retardasi berdasarkan angka IQ, yaitu angka intelegensia umur kronologis yang dibandingkan intelegensia umur yang normal pada waktu bersangkutan.
Penyebab
Ada beberapa faktor penyebab yang dinyatakan sebagai dasar terjadinya retardasi mental,
a. Primer
Penyebab kelainan mental ini adalah faktor Genetik (keturunan) dan simpleks atau penyebabnya tidak diketahui.


b. Sekunder
Adalah factor luar yang berpengaruh terhadap otak pada masa konsepsi ketika masih dalam kandungan. misalnya faktor cedera yang terjadi didalam rahim, saat bayi tersebut masih berbentuk janin. Selain itu dapat pula terjadi cedera pada saat kelahiran (persalinan), infeksi jaringan otak, keracunan kehamilan, ruda paksa sebelum lahir, serta gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.
c. Ada teori lain, menyebutkan adanya variasi somatik yang dikarenakan perubahan fungsi kelenjar internal dari sang ibu selama terjadinya kehamilan, dan hal ini belum diketahui secara lengkap mekanismenya.
DETEKSI DINI TERHADAP PENDERITA RETARDASI MENTAL
Dewasa ini anak-anak penderita retardasi mental mulai dapat dideteksi
semenjak usia 3-4 tahun atau sesudah dilakukan evaluasi dengan test
Kecerdasan Intelektual (IQ). Adapun test IQ yang ada saat ini hanya
diperuntukkan bagi anak yang berusia di atas usia 3 tahun. Sampai
sekarang belum ditemukan metode pengukuran IQ bagi anak-anak berusia di
bawah 3 tahun. Jika anak-anak penderita retardasi mental dapat
dideteksi sebelum berusia 3 tahun, rehabilitasi dapat dilakukan sedini
mungkin sebelum otak berkembang sempurna Sehingga kemungkinan untuk
pulih akan semakin besar dan kemampuan anakpun akan dapat ditingkatkan.
Riset ini bertujuan mendeteksi anak-anak penderita retardasi mental
pada usia 6 hingga 12 bulan dengan menganalisa ekspresi wajah mereka
setelah diperlihatkan foto-foto tertentu. Metode dilakukan dengan
menganalisa pada ekspresi wajah anak-anak, lalu mengkategorikan
anak-anak yang memiliki otak yang dapat bereaksi normal dan anak-anak
yang memiliki masalah dalam menangkap informasi tertentu yang datang ke
otak. Juga dilakukan evaluasi terhadap efektifitas otak anak dengan
menghitung waktu respon yang timbul setelah anak melihat gambar-gambar
foto tertentu. Semakin pendek waktu respon yang timbul semakin cepat
kerja otak dalam mengolah informasi yang masuk. Sebaliknya semakin
panjang waktu respon yang ada terdapat kemungkinan otak mempunyai
masalah dalam mengolah suatu informasi.
Sebagai obyek, 20 orang anak-anak Jepang yang terdiri dari 10 anak-anak
laki-laki dan 10 anak-anak perempuan. Usia berkisar antara 6 bulan
hingga 12 bulan. Gambar Foto Wajah dipilih 12 gambar foto wajah
tertentu yang berukuran 512 x 512 pixel. Ke-12 gambar foto tersebut
terdiri dari 4 foto dari ibu anak (Mother), 4 foto dari wanita yang
tidak dikenal anak (Unknown Woman), dan 4 foto lagi dari gabungan
(Combination) wajah ibu dan wanita yang tidak dikenal anak tersebut.
Kategori ekspresi wajah terdiri dari kategori positif yaitu wajah tanpa
ekspresi (expressionless) dan wajah dengan ekspresi senang (Smile
Face). Adapun kategori negatif adalah wajah dengan ekspresi marah
(Anger Face) dan wajah dengan ekspresi terkejut (Surprise Face). Metode
Percobaan yang dilakukan adalah Pertama, mendudukan obyek pada pangkuan
ibunya yang duduk di depan layar monitor. Kemudian kami tampilkan
gambar feedback dari obyek (feedback image) agar obyek dapat memusatkan
perhatiannya pada layar monitor. Setelah perhatian obyek terpusat pada
layar monitor, kami akan menampilkan foto wajah (Face Picture Image)
selama 3 detik. Setelah foto wajah hilang dari layar monitor kembali
akan tampak gambar feedback dari obyek(Feedback Image). Percobaan ini
diulang selama 24 kali.
Selama percobaan berlangsung obyek terus di rekam dengan menggunakan
kamera video yang mana rekaman ini akan digunakan pada proses analisa.
Pada percobaan ini dilakukan 2 analisa sebagai berikut:
Analisa pada ekspresi wajah berdasarkan pada gerakan dasar otot wajah
(aksi satuan unit) dengan sintesis pada gerakan yang timbul di alis,
mata, pipi dan mulut. Analisa pada perhitungan waktu yang timbul sejak
melihat gambar hingga timbul perubahan ekspresi pada wajah ( waktu
respon).
Dari hasil analisa yang pertama, dapat di dikategorikan dan dipisahkan
anak-anak yang memiliki otak yang dapat bekerja dengan normal dengan
anak-anak yang memiliki masalah dalam mengamati ekspresi wajah
seseorang. Data-data yang ada pada analisa ini menunjukkan bahwa dengan
memperlihatkan gambar foto wajah yang bermacam-macam dan juga yang
memiliki ekspresi wajah yang berlainan ekspresi yang timbul pada wajah
anak juga berlainan. Kemudian dari analisa yang kedua, dapat dievaluasi
efektifitas dari otak dengan melakukan pengukuran pada waktu respon.
Yang mana semakin pendek waktu respon menunjukkan semakin baik otak
bekerja dalam menerima informasi. Adapun panjangnya waktu respon ini
juga dipengaruhi oleh macam gambar foto dan bentuk ekspresi wajah yang
dilihat. Dari hasil risetini disimpulkan bahwa anak-anak mudah
menangkap pesan atau informasi yang tersirat pada wajah dari sumber
yang mereka kenal seperti dari ibu mereka dibandingkan dari sumber yang
asing bagi mereka. Juga disimpulkan bahwa perbedaan jenis kelamin dan
umur juga mempengaruhi ekspresi wajah yang muncul dan juga waktu
respon. Berdasarkan hasil riset ini. disarankan agar aksi satuan unit
pada gerakan dasar otot wajahdan waktu respon dapat dipakai sebagai
acuan pengukuran semacam parameter pada test IQ yang dapat digunakan
untuk mengukur tingkat kecerdasan intelektual anak. Akhirnya, dengan
menginstal acuan pengukuran pada jaringan komputer diharapkan agar
setiap ibu memiliki kesempatan untuk mengukur tingkat kecerdasan
intelektual dari anak-anak mereka. (Deteksi Terhadap Anak-Anak Penderita Retardasi Mental Dengan Melakukan Analisa Pada Ekspresi Wajah Article Abstract, Author : Rini Pura Kirana; Akihiko Sugiura)
Berapa IQ yang normal.

Angka IQ yang normal pada umumnya berkisar diantara 90 s/d 120, sedang diatas angka IQ diatas 120, dinyatakan sebagai angka diatas rata-rata. Sedangkan angka diatas IQ diantara 70 s/d 89 merupakan kelompok yang border line (tidak rata-rata, juga tidak dibawahnya.) Karena bila angkanya dibawah 69 sampai 50 maka kelompok ini dinyatakan sebagai kelompok mental retardasi yang ringan.
Dalam kelompok yang mental retardasi yang ringan ini mereka berada dalam taraf pemahaman penggunaan bahasa cenderung terlambat, termasuk kemampuannya dalam berbicara yang resmi, sehingga akan mengganggu kemandiriannya.
Mereka yang menjadi kelompok dengan IQ sebesar 35 -s/d 49 dikelompokkan dalam mental retardasi yang sedang. Biasanya mereka menunjukkan penampilan kemampuan yang tidak sesuai, dimana tingkat perkembangan bahasa bervariasi ada yang dapat mengikuti percakapan sederhana, ada pula yang tidak. Ada pula yang tidak pernah mampu untuk belajar mempergunakan bahasa, meskipun mungkin mereka dapat mengerti intruksi sederhana dan belajar menggunakan isyarat tangan. Kelompok ini juga sering disebut dengan kelompok imbesil.
Pada mental mental retardasi berat umumnya angka IQ ini berkisar antara 20-s/d 34, dimana dalam kategori ini pada umumnya mirip dengan mental retardasi sedang dalam gambaran klinisnya, namun prestasi yang diperlihatkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan mental retardasi sedang.
Kebanykan penyandang mental retardasi ini menderita hendaya motorik yang mencolok atau defisit lain yang menyertainya dan kondisi yang seperti ini menunjukkan adanya kerusakan atau penyimpangan perkembangan yang bermakna secara klinis dari susunan syaraf pusat.
Bila IQ nya dibawah 20 maka kondisi ini praktis berati penyandang yang bersangkutan sangat terbatas kemampuannya, untuk memahami atau memenuhi intruksi yang diberikan. Sebagian besar dari mereka tidak dapat bergerak atau sangat terbatas dalam gerakannya. Hanya mampu berkomonikasi nonverbal yang belum sempurna, Mereka hampir-hampir tidak mempunyai kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri akan kebutuhan dasarnya, dan mereka senantiasa memerlukan bantuan dan pengawasan. Kelompok ini disebut juga dengan idiot, yang mana pemahaman serta penggunaan bahasa sangat terbatas, paling-paling hanya mengerti perintahdasar dan mengajukan permohonan sederhana.
Suatu etiologi organik dapat terjadi pada semua gangguan idiot ini, dan biasanya disertai dengan stabilitas neurologis dan fisik lainnya yang berat yang mempengaruhi mobilitas. Dari kesemuanya ini, mental retardasi diagnosisnya dapat dibuat setelah riwayat penyakit, pemeriksaan intelektual yang baku, serta pengukuran fungsi adaptif, yang menunjukkan bahwa perilaku anak pada saat sekarang ini adalah secara bermakna dibawah tingkat yang diharapkan. Diagnosis sendiri tidak menyebutkan penyebab ataupun prognosisnya. Suatu riwayat penyakit dan wawancara psikiatrik berguna untuk mendapatkan gambaran longitudinal perkembangan dan fungsi si-anak. (Ayub Sani Ibrahim Guru Besar Ilmu Kesehatan Jiwa)
REFERENSI :

Disadur dari http://www.shvoong.com, deteksi-terhadap-anak-anak-penderita retardasi mental

http://www.pelita.or.id. Mental Retardasi permasalahan yang cukup pelik




Selanjutnya...“RETARDASI MENTAL”  »»

Anatomi On- Line



Bagi rekan sejawat dan mahasiswa keperawatan yang ingin memperdalam pengetahuannya tentang anatomi dan fisiologi bisa belajar secara on line disini, anda tinggal klik gambar anatomi yang anda ingin pelajari





atau bisa juga dengan cara klik disini
SELAMAT BELAJAR SEMOGA ILMUNYA BERMANFAAT

Selanjutnya...“Anatomi On- Line”  »»

SYARAT RUMAH SEHAT



Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia.
Rumah atau tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang, dengan mendirikan rumah tempat tinggal di hutan - hutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern. Sejak zaman dahulu pula manusia
telah mencoba mendesain rumahnya, dengan ide mereka masing-masing
yang dengan sendirinya berdasarkan kebudayaan masyarakat setempat dan memhangun rumah mereka dengan bahan yang ada.


Faktor - faktor yang perlu diperhatikan dalam. membangun suatu rumah
1 Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis ataupun lingkungan sosial. Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat di mana rumah itu didirikan. Di pegunungan atau di tepi pantai, di desa ataukah di kota, di daerah dingin ataukah di daerah panas, di daerah dekat gunung merapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya. Rumah di daerah pedesaan, sudah barang tentu disesuaikan kondisi sosial budaya pedesaan, misalnya bahannya, bentuknya, dan lain sebagainya. Rumah di daerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh, rumah di dekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap serangan-serangan binatang buas.
2 Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat
Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu, kayu atap rubia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah. Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekadar berdiri pada saat itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya. Oleh karena itu, kemampuan pemeliharaan oleh penghuninya perlu dipertimbangkan.
3. Teknologi yang dimiliki oleh masyarakat
Pada dewasa ini teknologi per-umahan sudah begitu maju dan sudah begitu modern. Akan tetapi teknologi modern itu sangat mahal dan bahkan kadang-kadang tidak dimengerti oleh masyarakat. Rakyat pedesaan bagaimanapun sederhananya, sudah mempunyai teknologi perumahan sendiri yang dipunyai turun temurun. Dalam rangka penerapan teknologi tepat guna, maka teknologi yang sudah dipunyai oleh masyarakat tersebut dimodifikasi. Segi-segi yang merugikan kesehatan dikurangi, dan mempertahankan segi-segi yang sudah positif.

4. Kebijaksanaan (peraturan-peraturan) pemerintah yang menyangkut tata guna tahah Untuk hal ini, bagi perumahan masyarakat pedesaan belum merupakan problem, namun di kota sudah menjadi masalah yang bcsar.
Syarat-syarat rumah yang sehat
l. BAHAN BANGUNAN
a. Lantai: ubin atau semen adalah baik, namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan. Lantai kayu sering terdapat pada rumah-rumah orang yang mampu di pedesaan, dan ini pun mahal. Oleh karena itu, untuk lantai rumah pedesaan cukuplah tanah biasa yang dipadatkan. Syarat yang penting di sini adalah tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian dipadatkan dengan benda-benda yang bera(, dan dilakukan berkali-kali. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit.
b. Dinding: Tembok adalah baik, namun di samping mahal, tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis, lebih ¬lebih-bila ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan, lebih baik dinding atau papan. Sebab meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding atau papan tcrsebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah penerangan alamiah.

c. atap genteng adalah umum dipakai baik diperkotaan maupun di pedesaan. Di samping atap genteng adalah cocok untuk daerah tropis, juga dapat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakal dapat membuatnya sendiri. Namun demikian, banyak masyarakat pcdesaan yang tidak mampu untuk itu, maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap seng ataupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, di samping mahal juga menimbulkan suhu panas di dalam rumah.
d.Lain-lain (tiang, kaso dan reng)
Kayu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan. Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan lama. Tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang bambu merupakan sarang tikus yang baik. Untuk menghindari ini maka cara memotangnya harus menurut ruas-ruas bambu tersebut,, apabiia tidak pada ruas, maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso tersebut ditutup dengan kayu.
2. VENTILASI
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya O2 di dalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat. Di samping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara di dalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri, patogen (bakteri¬bakteri penyebab penyakit).
Fungsi kedua dari pada ventilasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar ruangan rumah selalu tetap di dalam kelembaban (humudity) yang optimum.
Ada 2 macam ventilasi, yakni:
a) Ventilasi alamiah, di mana aliran udara di dalam ruangan tersebut
terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu, lubang angin, lubang-lubang
pada dinding dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak
menguntungkan, karena juga merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga
lainnya ke dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk
melindungi kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut.
b) Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk
mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin, dan mesin pengisap udara.
Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan.
Perlu diperhatikan di sini bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga
agar udara tidak mandeg atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya-di dalam
ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.
3.PENCAHAYAAN
Rumam yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu
banyak. Kurangnya cahaya yang masuk
ke dalam ruangan rumah, terutama cahaya mata hari di samping kurang nyaman, juga
merupakan media atau tempat yang baik

untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya di dalam rumah akan menyebabkan silau, dan akhirnya dapat merusakkan mata. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni:
a) Cahaya alamiah, yakni matahari. Cahaya ini sangat penting, karena dapat
membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya baksil TBC. Oleh
karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup.
Seyogianya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang¬kurangnya 15 %
sampai 20% dari luas lantai yang terdapat di dalam ruangan rumah. Perlu
diperhatikan di dalam membuat jendela diusahakan agar sinar matahari dapat
langsung masuk ke dalam ruangan, tidak terhalang oleh bangunan lain. Fungsi
jendela di sini, di samping sebagai ventilasi, juga sebagai jalan masuk
cahaya.
Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan dan diusahakan agar sinar
matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Maka sebaiknya
jendela itu harus di tengah-tengah tinggi dinding (tembok).
Jalan masuknya cahaya alamiah juga diusahakan dengan genteng kaca. Genteng
kaca pun dapat dibuat secara sederhana, yakni dengan melubangi genteng biasa
waktu pembuatannya,kemudian menutupnya dengan pecahan kaca.
b) Cahaya buatan, yaitu menggunakan sumber cahaya yang ,tapi bukan alamiah,
seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.
4. LUAS BANGUNAN RUMAH
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya
luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas
bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan
perjubelan (overcrowded). Hal ini tidak sehat, sebab di samping menyebabkan
kurangnya konsumsiO2 juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit
infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Luas bangunan
yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 - 3 m2 untuk tiap orang
(tiap anggota keluarga).
5.FASILITAS
Fasilitas fasilitas di dalam Rumah Sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasititas-fasilitas sebagai berikut:
a. penyediaan air bersih yang cukup
b. Pembuangan tinja
c. Pembuangan air limbah
d. Pembuangan sampah
e. Fasilitas dapur
f. Ruang berkumpul keluarga
g. Gudang tempat penyimpanan, gudang ini biasa merupakan bagian dari rumah
ataupun bangunan tersendiri
h. Kandang ternak, ini daerah pedesaan sebaiknya kandang ternak terpisah dari
rumah dan jangan disimpan dibawah kolom rumah ataupun dipekarangan

Daftar Pustaka
Soekidjo Notoatmojo, IKM, rineka cipta,1997
Haryoto,Kusnoputra, pengantar kesehatan lingkungan, bursa buku FKM-UI,1984


bahtiar latif








Selanjutnya...“SYARAT RUMAH SEHAT”  »»